Rabu, 28 April 2010

Wisata kuliner makan bakso solo

Dua orang pemuda ingin makan bakso bakso dan akhirnya mereka berdua menemukan warung yang namanya Bakso Solo, kemudian mereka masuk dan memilih tempat duduk dengan nafsu makan yang penuh.

Akhirnya datang juga bakso yang ditunggu-tunggu untuk di santap.

Pemuda 1 : "Eh...eh...kok...?" (seperti memberitahukan sesuatu kepada temannya)

Pemuda 2 :"Kenapa ?"

Pemuda 1 : "Lihat nih baksonya ?"

Setelah pemuda 2 melihat baksonya, kemudian memanggil si penjual bakso yang belum melangkah jauh.

Pemuda 2 :"Bang!!! "

Penjual :"Kenapa, Mas?"

Pemuda 1 : "Baksonya kok cuman satu sih ?"

Penjual : "Lah ini khan Bakso Solo, Mas. Kalau lebih dari satu, namanya bukan Solo lagi... tapi bakso duet, atau bakso trio"

ya begitulah

Cerita ini mengisahkan seorang anak yang memperlihatkan nilai laporan sekolahnya ke pada bapakknya,

Joni : "Pak Pak Joni sudah dibagi rapot..."

Bapak : "Udah di bagi rapot? Coba bapak liat..."

Joni : "Tuh di meja pak ambil saja."

Bapak : "Coba bapak liat... Waduhhh kamu ini Joni jadi anak bodo banget masa nilai di rapot kamu merah semua. Kalau begini Bapak percuma sekolahin kamu!!!" (dengan penuh emosi dan amarah yang meledak-ledak)

Joni : "Pak Pak sebentar dulu..." (bingung) "Masa sih pak, nilai Joni kan bagus semua gak ada yang merah..." (agak emosi dan takut dan aneh)

Bapak : "Terus ini apa warna apa? Bukan warna merahhhhh??!!"

IJoni : "Coba Mana Liat!! Waduhhhhh kok banyak merahnya yaaa padahal tadi di sekolah gak ada merahnya sumpah deh, Pak.."

Bapak : "Ah, kamu ini alasan!!"

Joni : "Ehh, sebentar. Kok ini rapot laporan tahun 1989, taun sekarang kan tahun 2010... Coba lihat dulu sampul depannya ini rapot siapa. Yeee ini mah RAPOT BAPAK WAKTU DULU..."

Bapak : "???"